Impian Ke Dubai Itu…

Profesi suami saya ketika masih bekerja di kantor adalah seorang programmer. Sebetulnya saya tidak begitu paham apa saja yang dikerjakannya, karena yaa gitu deh, banyak banget bahasa-bahasa ‘planet’ programmer yang saya ga ngerti. Tapi ga apa-apalah ga ngerti pekerjaannya, asal tiap bulan suami rutin setor uang bulanan, hihihi..

Pertengahan 2010 silam suami cerita bahwa ia diajak oleh salah satu rekannya di kantor sebelah untuk mengerjakan beberapa project IT di kantor klien di luar negeri. Katanya, project berjalan sekian bulan dengan gaji sekian sekian. Dan tentu saja untuk bisa mengerjakan project itu, suami harus resign dari kantornya.

Jadilah kami berhitung. Dengan gaji sekian dan durasi pengerjaan sekian bulan, kira-kira cukup ga ya untuk hidup kami sekeluarga. Kalau iya, cukup sampai berapa lama, mengingat suami akan langsung resign dari kantor. Hitung punya hitung, ternyata cukup, bahkan menurut saya lebih dari cukup.

Akhirnya dengan niat bulat dan perhitungan yang matang, suamipun menyodorkan surat resign ke kantornya dengan harapan beberapa minggu kemudian segera berangkat ke negara tujuan, Dubai.

Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Setelah resign, suami tak kunjung mendapatkan kepastian kapan akan berangkat. Hari demi hari, minggu demi minggu menanti, hingga akhirnya dipastikan suami dan rombongan tidak akan berangkat karena ada kendala teknis di perusahaan di Dubai.

Gleg!! Sedih? Pasti.  Tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, surat resign tidak dapat ditarik kembali. Alhamdulillah, saat itu karir saya di bisnis Oriflame sudah ‘agak’ membuahkan hasil. Saat itu saya ada di level Director dengan bonus sekitar Rp 6 jutaan per bulan, jadi untuk keperluan rumah tangga dan lain-lain, kami tidak perlu mengencangkan ikat pinggang terlalu kuat.

Di tengah kebingungan kehilangan salah satu pipa pemasukan keluarga, dengan bermodalkan semangat dan keinginan kuat, suami akhirnya membuka usaha kecil-kecilan secara online yang Alhamdulillah seiring berjalannya waktu dapat kembali membuahkan hasil dan dapat menggantikan gajinya yang ‘hilang’ karena resign.

Tapi tetap saja, keinginan untuk mengunjungi negara Dubai tidak terhapus dari benak kami. Gambaran negara indah yang kaya dengan pemandangan fantastis itu selalu menari-nari di pikiran. Tapi apa boleh buat, untuk sementara impian itu pun terkubur dengan sendirinya.

Daannn… sekitar Maret 2012 ketika hadir dalam Director Seminar di Bali, tiba-tiba saya tersentak ketika Oriflame mengumumkan bahwa tujuan Gold Conference 2013 adalaaahh…. D.U.B.A.I!!!

Subhanallah, ternyata Allah SWT menjawab semua doa kami dengan indahnya. Bayangkan, beberapa tahun lalu kami sempat ‘memaksa’Nya agar kami diberikan kesempatan untuk ke Dubai, dan saat itu kenyataan berkata lain.

Tapi kali ini Tuhan menjawab dan ‘membayar’ semua kesedihan dan air mata kami dengan mengutus kami berdua untuk berkunjung ke Dubai.

Bukan, bukan untuk bekerja dan mencari uang, tapi untuk bersenang-senang selama di sana secara G.R.A.T.I.S.S.S sodara-sodara. Dan yang bikin kami lebih bersyukur, Oriflame telah memilihkan hotel yang sangat terbaik untuk kami, para konsultannya menginap, yaitu di hotel Atlantis Palm Dubai!!!

Allahu akbar, Allah Maha Besar.

Teman-teman, jangan pernah berhenti berharap, jangan pernah berhenti bermimpi. Dan bila mimpimu terasa sangat jauh dan tidak mungkin terjangkau, berdoalah dan bekerjalah lebih keras lagi.

Seperti yang sering saya katakan pada diri saya sendiri selama ini: Sukses itu sudah ada di depan matamu, hanya saja Tuhan masih menutupinya agar tidak mudah terlihat olehmu. Percayalah, Tuhan YMK akan segera menyingkapkan tabir itu setelah Ia melihat niat dan kerja kerasmu untuk mencapainya. Percayalah, di balik kesusahan akan selalu ada kemudahan…

Jangan pernah berhenti bermimpi, dan wujudkan semuanya bersama kami dan Oriflame.

 

Silakan Isi Form Di Bawah Ini Yuk

Cuma Untuk Non Oriflame Member Looh